. Ironi Ditengah Iedul Adha
..:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG, JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA...ATAU TINGGALKAN JEJAK DI BUKU TAMU ::..

30 November, 2009

Ironi Ditengah Iedul Adha


Alhamdulillah kemarin kita baru saja merayakan hari Raya Iedul Adha, dimana orang-orang yang melaksanakan ibadah haji sedang melakukan wukuf di padang Arafah, kita yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji merayakannya dengan memotong kurbain baik berupa unta, sapi atau kambing.

Saya melihat dari tahun ketahun jumlah hewan yang dikurbankan semakin bertambah, ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi kita karena umat muslim yang mampu dan mau untuk berkurban tentunya bertambah pula. Tapi satu hal yang membuat saya sedih di tahun ini ketika melihat tayangan televisi menyiarkan banyak berita mengenai pembagian daging kurban yang KACAU diberbagai daerah seperti kita semua tahu di mesjid Istiqlal yang kita banggakan sebagai ‘Icon’ pusat islam di Indonesia juga terjadi kakacauan ini.


Kira-kira sejak pukul empat subuh, orang-orang yang berharap daging kurban ini sudah datang, semakin siang maka jumlah orang pun semakin banyak karena menurut panitia kurban akan dibagikan setelah shalat subuh.
Begitu pembagian daging kurban dibuka, ribuan warga langsung merangsek kedepan saling dorong dan saling berebut agar cepat-cepat kabagian daging,mereka tidak ingin pulang dengan tangan hampa tidak peduli itu orang tua atau anak-anak yang mengantri menjadi korban terjepit ditangah-tengah kerumunan masa.

Panitia mengumumkan bahwa daging kurban yang di bagikan sudah habis, tapi sebagian orang tetap tidak percaya dan tetap saja antri serta berdesak-desakan walaupun berulang kali panitia menyerukan bahwa memang daging yang dibagikn sudah benar-benar habis.
Banya yang kecewa, ratusan orang yang sudah ber jam-jam mengantri tidak kebagian, anak-anak, orang tua, fakir miskin banyak yang pulang dengan tangan hampa.
Miris melihat semua kejadian itu semua…
Sedih…

Tapi ini memang terjadi di negeri tercinta kita ini, negeri yang kaya raya dan dengan jumlah umat islam terbesar se dunia.

Sebenarnya fenomena apa di negeri kita ini ? seakan setaip ada hal yang berbau ‘gratis ‘ selalu saja diserbu banyak orang, kita masih ingat tentang pembagian zakat di Pasuruan yang seharusnya bisa meringankan beban para fakir miskin malah berubah menjadi maut bagi 21 orang yang mengantri, seakan tidak pernah belajar dari kejadian yang sebelumnya, kejadian ini terus terulang kembali dan kembali.

Sebenarnya siapa yang harus disalahkan ? apakah panitia yang salah dalam tata cara distribusi, ataukah semakin banyak warga kita yang semakin jatuh miskin, atau semakin RAKUS nya warga kita ini ?
Dari wawancara yang dilakukan oleh wartawan sebuah TV swasta terhadap warga yang ikut mengantri ternyata banyak warga yang datang dari luar daerah untuk ikut mengantri. Contohnya ketika pembagian daging kurban di istiqlal, seorang warga yang ikut mengantri mengaku berasal dari daerah bogor dan datang ke Istiqlal menggunakan Taksi. Sangat ironi, mengeluarkan ongkos taksi yang sudah tentu tidak sedikit hanya untuk mengantri satu kilo daging yang dibagikan panitia ditengah-tengah warga lain yang memang benar-benar membutuhkan.

Banyak diantara mereka mengantri menggunakan Helm, ini berarti banyak diantara mereka yang sudah mempunyai sepeda motor tapi kenapa masih ikut mengantri ? apakah mereka tidak tahu bahwa daging kurban itu hanya boleh dibagikan kepada kaum FAKIR MISKIN YANG BERAGAMA ISLAM ? ini satu lagi permasalahan yang sangat sulit untuk dicari solusinya menurut saya. Orang-orang yang tidak berhak untuk mendapatkan jatah daging kurban ikut mengantri meminta jatah. Tidakkah mereka khawatir akan memakan jatah orang-orang fakir miskin yang lebih berhak ?

Daging kurban juga dibagikan hanya untuk umat islam, yang non-islam tidak boleh menerimanya, ditengah kerumunan masa yang sangat banyak itu apakah panitia bisa memastikan bahwa mereka semua beragama islam, bukankah menurut pendapat ulama jika kita salah memberikan daging kurban kepada non-islam maka kita dituntut untuk mengganti sebanyak yang diberikan itu ? lantas bagaimana panitia memastikan yang mengantri tidak ada yang non-islam nya ?

Sungguh ironi ditengah perayaan idul Adha yang di agung kan oleh umat islam sebagai sarana mempererat silaturahmi antara orang-orang yang mempunyai kelapangan dalam rezeki dengan orang dengan kesempitan rezeki

Sebagai solusi dari saya yang sedih melihat kondisi seperti ini adalah dengan dibentuk panitia-panitia yang lebih profesional, dibentuk pemetaan-pemetaan penyaluran yang lebih akurat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dimasa yang akan datang, kriteria orang yang berhak menerima daging kurban atau Zakat sudah jelas di jelaskan oleh Al-Quran, hadist Nabi dan pendapat para ulama. Serta usahakan agar mereka yang berhak menerima hak-haknya itu agar tidak mengantri karena mereka sudah susah, ditambah susah pula mengantri, jadi adalah kita yang harus menyalurkan langsung kepada mereka disamping akan tepat sasaran, juga sebagai sarana mempererat silaturahmi. Sebagai contoh yang dilakukan oleh saudara kita di Rumah Zakat dengan programnya Super Zakat, ini sangat positif, kita lihat adakah kekacauan disana ? adakah antrian panjang ? tentu tidak.

hanya sebuah tulisan ungkapan kesedihan dari orang yang melihat kondisi umat islam saat ini terutama di negeri tercinta ini. Mohon maaf jika ada kesalahan.

8 komentar:

asep canda on 30 November 2009 20.27 mengatakan...

pertamaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxx
heheheheheh met idul adha ya sob

hendrie k_bejo on 30 November 2009 20.53 mengatakan...

kaduaxxx sep...!!

keluargapelancong on 30 November 2009 21.37 mengatakan...

aduh, ikut prihatin, mas. Moga makin ke depan makin baik, yah...

Sismadi on 30 November 2009 21.47 mengatakan...

very nice blog and excellent posting...
leave ur comment when u visit to my blog.

Interest programming C++, PHP or Java(later)? just visit All About Programming, read and leave comment...
Wannabe learn about blog, blogger visit me in Let Go Blogging

Lina Marliana on 1 Desember 2009 00.07 mengatakan...

Ada fenomena lain nih.. dimana ada isyu yg mengatakan, bahwa ada yg mengantri untuik mendapatkan daging kurban tapi bukan untuk dikonsumsi sendiri melainkan dijual ke penadah, setelah berhasil, mereka kembali untuk mengantri lagi dan dapet lagi kemudian dijual lagi, begitu seterusnya..
Nah lho... yg seperti ini nih gmn yah hukumnya ??

ekie on 1 Desember 2009 06.50 mengatakan...

menurut saya itu juga bukan isyu tapi benar-benar terjadi...sebenarnya daging kurban hukumnya sangat tidak boleh untuk dijual bahkan untuk kulitnya jadi sangat disayangkan, disatu sisi ada yang menjual daging kurban bahkan berkali-kali satu sisi lainnya mereka yang benar-benar berhak tidak mendapatkan haknya...sedih memang

Hitsuke on 1 Desember 2009 08.59 mengatakan...

good post bro.,..keep blogging

Thanks.  
Regard,

Hitsuke and NarutoFans 

bliyanbayem on 1 Desember 2009 12.02 mengatakan...

met idul adha ya mas!!

Posting Komentar

Mohon Komentar Dari anda untuk mempererat persaudaraan kita...
saran, kritik dan spam akan saya anggap sebagai salah satu cara mempererat silaturahmi kita
Terimakasih

 

My Best Friend

Recent Comment