. Ayah....maafkan dita
..:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG, JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA...ATAU TINGGALKAN JEJAK DI BUKU TAMU ::..

18 November, 2009

Ayah....maafkan dita


Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak yg diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian ia di rumah Dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, Ataupun memetik bunga Dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu Hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat Mobil ayahnya Diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan.
Dicobanya lagi pada Mobil baru ayahnya. Ya... Karena Mobil itu bewarna gelap, Maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah Dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan Mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri Mobil. Dibuatnya gambar ibu Dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing Dan lain Sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat Mobil yang baru setahun Dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengsi tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus
mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang Hari, Apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. Cantik ... Kan !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa..
si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil Dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. si anak yang tak mengerti apa apa menagsi kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui Dan merasa puas dengan hukuman Yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa...si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan Dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut
menggendong Anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan Dan belakang tangan si anak kecil luka2 Dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, Dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu Terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak.
Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak is anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu Di kamar pembantu. si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga Hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, Meski setiap Hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya Ringkas.
"Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya.
Saat dilihat anaknya Ditadalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk Hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti Kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.
Dokter mengarahkan agar IA dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa Hari di rawat inap dokter memanggil bapak Dan ibu anak itu.

"Tidak Ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu Dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah Dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya
harus dipotong Dari siku ke bawah" kata dokter itu. si bapak Dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar Kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati Dan lelehan air Mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangsi kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah Dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah.
Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam lina ngan air Mata.
"Ayah.. Ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi....Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. Sayang ibu.", Katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?...
Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya.
Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi...
Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

Note : Hari ini bingung mau posting apa eh ternyata tiba-tiba ada email tentang cerita yang lumayan bagus…wah jadi copas aja tapi maaf sumber utamanya saya gak tahu bagi yang merasa menulis cerita ini maafkan saya tidak mencantumkannya mohon diberitahukan lewat comment.


4 komentar:

Hanaku Tersayang on 18 November 2009 14.32 mengatakan...

Sebuah pelajaran bagi otang tua ....dalam mendidik anaknya. Biarpun anaknya salah tapi tak sepantasnya hukuman diberikan kepada dita yang masih butuh kasih sayang kedua orangtuanya.Kasihan dita...semoga tidak ada dita-dita yang lain yang kena hukuman karena ego orang tuanya.

obat alami darah tinggi on 28 April 2011 13.10 mengatakan...

terimakasih banyak gan buat infonya , kasian juga yah dita , keterlaluan banget tuh orang tuanya, kalo menurut saya mobil masih banyak tuh di dedealer , dari pada taruhan nya nyawa

Obat mioma on 25 Mei 2011 13.23 mengatakan...

jadi terharu tuh bacanya heeheh, makasih banyak buat infonya

obat kanker payudara on 21 Juni 2011 14.20 mengatakan...

kasin banget tah dita, maka dari itu orang tua tuh, haris pikir dulu untuk melakukan sesuatu kepada anak nya

Posting Komentar

Mohon Komentar Dari anda untuk mempererat persaudaraan kita...
saran, kritik dan spam akan saya anggap sebagai salah satu cara mempererat silaturahmi kita
Terimakasih

 

My Best Friend

Recent Comment