. CAMPUR CAMPUR: Mistery
..:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG, JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA...ATAU TINGGALKAN JEJAK DI BUKU TAMU ::..
Tampilkan postingan dengan label Mistery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mistery. Tampilkan semua postingan

06 April, 2010

Kobaran Api di Dasar Laut Panas seribu derajat Celcius Mukjizat Al-Qur'an

Terungkap,Subhanallah! Baru-baru ini muncul sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-luah, ia tidak bisa memadamkan api.
Allah bersumpah dengan fenomena kosmik unik ini. Firman-Nya: "Ada laut yang di dalam tanahnya ada api" (Qs. Ath-Thur 6).

Nabi SAW bersabda: "Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan."

Ulasan Hadits Nabi

Hadits ini sangat sesuai dg sumpah Allah SWT yang dilansir oleh Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada api "al-bahrul masjur." Sumpahnya:

"Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma'mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya." (Qs. Ath-Thur: 1-8)

Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?

tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat...

Persepsi demikian mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT:

"Dan apabila lautan dipanaskan" (QS. At-Takwir 6).

Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata "sajara," yaitu “mala'a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.

Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai 'gunung-gunung tengah samudera'.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan "fenomena perluasan dasar laut dan samudera." Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.

.meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera.

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.

Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.
.terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi...

emudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda: "Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan."

Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.

Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:

"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm 3-10)

Tidak seorang pun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya.


source  : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/04/kobaran-api-di-dasar-laut-panas-seribu.html
lanjuut...

10 November, 2009

Terselip Koin Rp 50 di Antara Emas Kuno Candi Gedongsongo


Ada yang lumayan unik di antara temuan lempengan emas, manik-manik, serta lingga dari emas dan yoni dari perak di candi ke-4 Kompleks Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Di antara temuan di luar kotak pripih, selain ada lempengan emas, bunga lotus dari emas, mata uang China kuno, ada pula terselip uang logam Rp 50 keluaran 1971.

Temuan tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu kotak pripih dari batu putih yang isinya 49 lempengan emas, sekitar 30 manik-manik, rambut, lingga dari emas 22 karat dengan berat 25 gram, serta yoni dari perak dengan berat 2,95 gram. Adapun di antara tembok

candi itu ditemukan dua lotus emas, mata uang kuno China, liontin emas, dan ternyata terselip uang Rp 50.

"Pripih itu kondisinya memang belum terjamah. Namun, yang di bagian tembok candi itu sepertinya sudah terjamah tangan jahil manusia," kata Wagiyo (50), petugas teknis Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah yang masih memugar candi itu, Jumat (27/2).

Perhiasan emas tersebut diperkirakan setua Candi Gedongsongo yang dibuat pada abad VIII. Pertanyaannya, apakah temuan koin Rp 50 ini kebetulan saja. Atau perhiasan dan barang-barang dari emas tersebut memang sudah ditemukan seseorang sebelumnya?

Sumber : Kompas.com

lanjuut...

05 November, 2009

CAKRAM SABU

Pada 1936 sebuah cakram dengan tiga lekukan ditemukan oleh Walter Brian Emery, seorang ahli ilmu pengetahuan tentang Mesir dalam suatu penggalian kuburan bawah tanah Sabu (Mastaba of Sabu, Makam 3111, 3100-3000 SM) di Saqqara. Sabu adalah anak laki-laki Pharaoh Anedjib (Raja Mesir ke-5 dari dinasti Mesir kuno).
Cakram teka-teki ini ditemukan di antara barang tembikar, tulang-tulang dan beberapa batu perkakas yang lain—benda-benda yang dikehendaki Sabu—sang penguasa pada dinasti pertama, menyertainya masuk ke alam baka.
Ukuran diameter peralatan itu kira-kira 23,5 inci (± 60cm) dan tingginya 4 inci (± 10cm) lebih sedikit.
Meskipun mula-mula dipercaya sebagai batu tulis yang berukiran, cakram itu sebenarnya terbuat dari metasiltstone (batu yang komposisinya sudah mengalami perubahan kimia secara alami), suatu material yang sering kali dipakai oleh pemahat-pemahat Mesir karena kemampuannya yang tidak mudah retak atau pecah walaupun didetail sampai tipis sekalipun. Wadah-wadah lain yang ditemukan dalam kuburan ini juga terpahat dari batu keras ini.
Seperti sebuah mangkuk datar yang luas dengan tiga lekukan tipis yang terangkat, bentuk benda tersebut sepintas mengesankan sebuah baling-baling dengan tiga kipas dan sebuah lubang tengah yang dapat dipasangkan pada sesuatu yang diduga sebagai poros putarnya.

Bahkan untuk jenis metasiltstone, detail cakram itu (terutama tiga lekukan itu dan lubang pusatnya yang berupa silender) masih terasa luar biasa tipis. Walaupun cakram itu tidak tampak benar-benar simetris, semua lekukannya mendekati ukuran sama dan mengarah pada 120° dari pusat. Namun fungsi sebenarnya dari benda itu belum dapat dipastikan oleh para peneliti.
Sementara mereka mungkin belum dapat menentukan benda apakah itu, banyak yang sependapat bahwa artefak itu tidak mungkin sebuah roda, karena roda baru terlihat di Mesir 1.500 SM, selama Dinasti ke-18, dengan adanya penyerbuan dari bangsa Hyksos.
Akan tetapi sebagian pahatan-pahatan, yang tampak-nya seperti roda bila diurut, akan kembali ke belakang ke dinasti ke-5, sekitar seribu tahun sebelum masa itu. Bagaimanapun cakram Sabu adalah suatu tantangan yang bahkan lebih besar bagi para ahli ilmu pengetahuan Mesir karena tanggal yang diketahui dari roda itu sekitar 3.000 SM selama masa dinasti pertama.
Skenario lain yang bahkan lebih luar biasa menyatakan cakram batu itu sebenarnya berfungsi seperti sebuah baling-baling yang dipergunakan bersamaan dengan sirip-sirip hidrolik, yang akan menyatakan secara tidak langsung bahwa orang-orang Mesir mungkin sudah mempunyai teknologi untuk membangun motor-motor listrik.
Sementara batu bukanlah material yang cocok untuk digunakan sebagai alasan untuk digunakan pada suatu peralatan seperti itu, ahli ilmu pengetahuan mesir terkenal, Cyril Aldred, mengusulkan fakta bahwa cakram itu adalah sebuah barang tiruan sederhana dari sebuah benda metal yang jauh lebih tua dari padanya.
Tentu saja benda ini juga dipercaya dapat digunakan untuk suatu tujuan luar biasa yang kurang jelas artinya. Sebagian percaya cakram itu dapat dipastikan sebagai kaki dari lampu minyak.
Bagaimanapun juga, kritik terhadap teori ini memperdebatkan akan fungsinya sebagai tiga sumbu pada lampu ritual, agaknya tidak mirip mengingat bentuk lekukannya yang lebih mengesankan fungsi dari pada sebagai barang-barang hiasan belaka.
Jadi mengapa bentuknya serumit itu? Walaupun itu mungkin bukan sebuah baling-baling dari sebuah kendaraan, cakram aneh itu mungkin saja bagian dari beberapa jenis mesin kuno, barangkali sebuah komponen untuk memproses gabah atau buah-buahan. Sebagian bahkan menyatakan itu mungkin bagian dari generator atau baterai untuk menghasilkan listrik.
Ketrampilan yang dibutuhkan untuk memahat benda seperti itu juga penting. Jika seseorang akan membuat benda seperti itu di masa kini, teknologi yang dibutuhkan untuk membentuk benda setipis itu, bentuk proporsional dari batu pejal akan membutuhkan sebuah mesin milling 3D (mesin untuk menghaluskan dan membentuk permukaan 3D) yang berbasis komputer moderen.
Jadi apakah artefak ini dimaksudkan sebagai suatu sisa (atau barang tiruan) yang berarti dari teknologi kuno atau itu hanya sekedar sebuah model hiasan yang menunjukkan bakat dari suatu ketrampilan pahatan batu?
Salah satu cara, cakram dengan tiga lekukan itu disimpan di lantai pertama Musium Kairo di mana semua orang dapat menghargai artifak itu dan membuat takjub diri mereka sendiri, teknologi macam apa yang dimiliki orang-orang Mesir sehingga benar-benar mampu untuk mencipta selama masa awal dari kekaisaran mereka yang megah


Source : The Epoch Times
lanjuut...

28 Oktober, 2009

Batu Dashka


Di pegunungan Ural Siberia, sebuah lempengan batu aneh hampir seberat satu ton ditemukan oleh Alexandr Chuvyrov, seorang profesor fisika dan matematika dari Universitas negara bagian Bashkir. Lempengan tiga lapis itu mengandung suatu keistimewaan yang secara topografi (peta bumi) mirip dengan geografi unik dari area spesifik pada pegunungan Ural.
Lapisan paling permukaannya mengandung suatu lapisan tipis kalsium porselen yang berfungsi sebagai suatu tutup pelindung terhadap keausan bagi struktur lapisan yang ada di bawahnya.
Dasar peta itu terbuat dari suatu lapisan dolomit setebal 5,5 inch dan suatu lapisan dalam yang mana mewakili peta yang sebenarnya, mengandung diopsida (mineral silikat yang berwarna hijau muda sampai putih yang banyak terdapat pada batu yang telah mengalami transformasi oleh panas maupun tekanan dan pengerasan yang berasal dari lava atau magma), dengan kekerasan mineralnya 6 skala Mohs (skala kekerasan yang digunakan dalam menglasifikasikan mineral).
Dari hasil uji radiografis, para peneliti percaya bahwa lapisan diopsida, pada mulanya diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun, namun adalah tidak mungkin untuk memahatnya tanpa bantuan teknik ukir modern.
Barangkali segi yang paling menakjubkan dari peta relief (gambar timbul) misterius ini adalah bahwa dari pengujian yang dipergunakan untuk mengetahui usia batu kuno itu, ditetapkan usianya sekitar 120 juta tahun. Beberapa ahli geologi setuju bahwa peta itu mewakili daerah Ural yang dikenal sebagai Bashkiria, yang belum berubah banyak selama beberapa juta tahun.

Daerah geografis spesifik yang teridentifikasi pada lempengan batu itu terutama semata-semata diwakili oleh daerah patahan Ufa besar. Demikian juga, peta misterius itu menggambarkan kekayaan hydrografi dari daerah tersebut, termasuk sungai Ufimka dan Sutolka.
Walaupun lempengan batu itu menampakkan suatu kesamaan yang besar dengan daerah yang digambarkan itu, tetapi ia juga memiliki perbedaan-perbedaan yang menyolok. Bagi para analis, yang mengherankan dari Batu Dashka itu terletak pada sistem teknik irigasinya yang luas sekali, yang mana meliputi sistem dua kanal dan 12 dam yang seandainya dibuat skala yang sebenarnya akan terukur punya kedalaman hampir 2 mil.
Menurut lempengan ini, daerah sungai Belaya nampaknya lebih menyerupai suatu karya sistem keahlian teknik daripada suatu bentuk yang alamiah.
Suatu grup peneliti termasuk Profesor Chuvyrov percaya bahwa peta itu bisa saja merupakan suatu penggalan dari sebuah peta yang lebih besar yang menunjukkan lebih banyak pegunungan. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa lempengan ini hanya merupakan patahan ujung kecil dari bongkahan es dari keseluruhan skala peta bumi.
Segi lain yang menarik pada lempengan batu ini adalah ukiran samar-samar yang tampak pada satu sisi dari batu itu. Pada mulanya hal ini dipercaya sebagai wajah dari orang Tiongkok kuno, sedangkan pola gambar seperti huruf masih belum dapat dipecahkan artinya.
Menurut surat kabar Rusia, Pravda, perburuan Batu Dashka dimulai dengan referensi dari para ahli arkeologi pada abad ke-18, yang melaporkan telah menemukan sekitar 200 lempengan batu di daerah tersebut. Profesor Chuvyrov dan koleganya sedang mencari apa yang mereka perkirakan, sebagai bukti tibanya imigran Tiongkok di Pegunungan Ural.
Ketika mantan ketua dewan agrikultur setempat Vladimir Krainov mendengar penyelidikan Chuvyrov, ia memberitahunya tentang sebuah lempengan aneh yang pernah ia lihat terkubur di bawah serambinya. Chuvyrov kemudian harus merekrut beberapa penduduk lokal untuk membantunya menggali batu raksasa tersebut.
Menurut Pusat Peta Sejarah di Wisconsin, Batu Dashka (nama cucu perempuan yang penemunya) hanya dapat dibuat dengan bantuan penglihatan dari udara. Penelitian untuk membuktikan keaslian peta batu itu masih dikerjakan melalui bantuan foto-foto satelit yang diperkirakan selesai pada 2010.
Jadi siapa yang membuat sebuah peta relief yang akurat seperti itu pada 100 juta tahun lebih yang lalu? Dan informasi lain apa yang terkandung dalam karakter-karakter asing yang ditemukan terukir di sisinya? Walaupun Batu Dashka menyajikan teka-teki membingungkan yang masih menunggu untuk dijawab, namun demikian batu itu bertahan sebagai suatu reproduksi yang persis dengan suatu daerah di pegunungan Siberia.

Source : The Epoch Times

lanjuut...

27 Oktober, 2009

PILAR BESI KUNO YANG TAK BISA BERKARAT

Sejak abad ini, di berbagai belahan dunia menemukan begitu banyak bekas peradaban prasejarah, semua peninggalan sejarah ini tersebar di bawah tanah, di dasar lautan dan bahkan di atas angkasa.
Artikel ini menceritakan sebuah pilar besi yang ditemukan di kota New Delhi, India. Penguasaan teknik peleburannya telah melampaui taraf teknik manusia masa sekarang dan menjadi salah satu misteri terbesar di dunia.
Tugu peringatan candi sekitar Siamaihaluoli kota New Delhi, India, berdiri tegak sebuah pilar besi raksasa.
Tinggi pilar besi yang oleh penduduk setempat disebut dengan Raja Ah-Yii ini adalah 7.21 meter dan tertanam setinggi 93 cm dari permukaan lantai, diameternya sekitar 41 cm dan beratnya kira-kira 6 ton, hasil pengecoran besi panas, padat berisi dan terdapat pola hiasan bercorak kuno di atas pilar tersebut.
Menurut analisa para ahli, pilar besi ini didirikan oleh Chandragupta II Vikramaditya (375–414 Masehi), yakni seorang Raja terkenal dari dinasti Gupta yang memerintah di wilayah Utara India, dan diperkirakan umurnya lebih dari 1600 tahun.
Namun yang paling membuat orang merasa heran dan takjub adalah bahwa pilar besi yang telah berdiri tegak selama ribuan tahun ini, tidak berkarat hingga sekarang meskipun diterpa angin dan hujan!

Mulai tahun 1997 lalu, telah dibuat pagar pembatas disekelilingnya, hal ini dikarenakan ulah pengunjung yang dapat merusak cagar budaya ini.
Ada kepercayaan setempat jikalau dapat melingkari pilar ini dengan tangan berada dibelakang punggung, akan memperoleh keberuntungan.
Semua orang mengetahui, bahwa besi merupakan logam yang mudah berkarat, besi yang pada umumnya, jangankan ribuan tahun, dalam beberapa puluhan tahun saja telah dipenuhi oleh karat.
Hingga saat ini, orang-orang juga belum menemukan cara yang efektif untuk mencegah timbulnya karat pada perkakas besi. Kalau demikian, siapakah yang menuang pilar besi ini?

Setelah dilakukan penelitian, pilar besi ini terbentuk melalui derajat kemurnian peleburan besi yang mencapai 98% dan hingga kini juga tidak ada orang yang mengetahui bagaimana orang-orang dulu menguasai teknik peleburan ini.
Dan teknik manusia pada zaman sekarang juga tidak memungkinkan bisa melebur hingga mencapai peleburan yang demikian murni.
Demikian jelaslah, bahwa ini merupakan sebuah bekas peradaban prasejarah manusia yang ditinggalkan, majunya tingkat peradaban manusia itu telah hilang dan meninggalkan misteri sepanjang masa ini.
Mengenai peradaban prasejarah, telah banyak ilmuwan yang mengakui realita keberadaannya secara terbuka.
Arkeolog Michael Claimo dan Richard Thompson dalam monograf mereka (Arkeologinya yang Dilarang; Sejarah Manusia yang Disembunyikan) menceritakan ribuan kejadian peninggalan peradaban prasejarah.
Pakar manusia prasejarah dari Inggris yang bernama Genamd Hundcock dalam sebuah bukunya juga telah mencatat begitu banyak peninggalan peradaban prasejarah penting.
Dan dalam kitab Injil dan Al-Quran juga telah mencatat fakta kejadian peradaban manusia sebelumnya yang dihancurkan oleh sebuah banjir besar (kisah Nabi Nuh)

Sumber : The Epoch Times


lanjuut...

23 Oktober, 2009

PIPA LOGAM QAIDAM BASIN


Pada 2002, satu tim ilmuwan mengambil risiko berpetualang ke propinsi Qinghai, Tiongkok, untuk menyelidiki saluran pipa logam misterius yang ditemukan di Qaidam Basin. Para penyelidik menemukan bahwa pipa-pipa ini pasti pernah diproduksi jauh di masa lampau, suatu masa ketika umat manusia dianggap hanya bisa menguasai teknologi paling primitif. Penduduk setempat, bagaimanapun juga, percaya bahwa barang peninggalan ini adalah produk kebudayaan planet lain.
Sementara itu banyak bagian dan potongan pipa ditemukan bertebaran di seluruh daerah tersebut, sebagian kecil potongan ini terletak di kaki gunung Baigong, di dalam bangunan berbentuk piramida yang tingginya hampir 61 meter.
Piramida itu mempunyai tiga gua berbentuk segitiga. Sementara dua gua telah runtuh, gua ketiga memiliki sebuah pipa logam yang diameternya kira-kira 40,6 cm dengan saluran keluar yang terlihat. Sebuah pipa kedua dengan diameter yang sama membujur sepanjang sisi luar gunung dan masuk ke dalam perut bumi.
Di jalan masuk menuju gua ditemukan hampir selusin pipa dengan diameter 4 inci (± 10,2 cm) hingga 15,7 inci (± 39,9 cm). Penyelidik mengatakan potongan-potongan ini melengkapi beberapa bukti tentang bagaimana pipa-pipa tersebut dirangkai.
Potongan pipa yang lebih banyak dapat ditemukan di tepian danau Toson, berserakan di antara pasir-pasir dan bebatuan, sekitar 79,3 meter dari gua-gua itu. Pipa-pipa ini menghadap ke arah timur-barat dan mempunyai diameter antara ± 0,2 cm dan ± 4.7 cm.
Pipa-pipa yang ada di danau itu memiliki beberapa lubang yang berbeda, lubang terkecil seukuran tusuk gigi. Beberapa darinya mempunyai saluran keluar yang terbuka tepat pada permukaan air dan beberapa lagi ditemukan di bawah permukaan air. Akan tetapi pipa-pipa itu tidak terganggu walaupun telah berada di dalam air dan pasir selama sekian waktu yang tak terhitung. Jadi, siapa yang telah membangun sistem pipa yang begitu terinci dan apa fungsinya?
Qing Jianwen, kepala departemen publikasi dari pemerintahan Delingha, memberitahu surat kabar Tiongkok, People’s Daily, bahwa ketinggian dari permukaan air laut dan kerasnya iklim membuat daerah tersebut tampak tidak ramah.
Namun ia mengamati bahwa kondisi yang sangat tidak ramah tersebut membuat tempat itu menjadi tempat yang sempurna untuk melaksanakan penelitian astronomi, seperti ditunjukkan oleh radio teleskop besar dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di dekat tempat itu.
Sebagian kecil sisa potongan pipa logam asing tersebut diambil oleh peleburan logam setempat yang berharap bahwa mereka akan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik pada para penyelidik mengenai logam campuran yang digunakan dalam pembuatan pipa.
Analisa secara kimia mengungkapkan bahwa pipa-pipa itu tersusun dari 30 persen ferri oksida (besi III oksida, Fe2O3) dan sebagian besar persennya dari silikon dioksida (SiO2) dan kalsium oksida (CaO). Delapan persen logam dari pipa itu tidak dapat diidentifikasi.
Menurut para ahli, sejumlah besar sillikon dioksida dan kalsium oksida yang ditemukan pada pipa-pipa itu adalah hasil dari interaksi panjang antara besi dan batu pasir. Pipa-pipa tersebut di-buat pada masa lampau, selama kurun waktu ketika manusia tidak diyakini mempunyai penerapan teknologi mutakhir untuk menciptakan benda semacam itu.
Daerah Gunung Baigong agak terpencil. Di sana tidak ada industri dan perkembangan kota, penduduk satu-satunya hanyalah para penggembala ternak nomaden yang hidup di utara gunung itu.
Meninggalkan rasa penasaran apakah sistem pipa yang panjang lebar, besar dan luas ini diciptakan oleh alien, atau diciptakan oleh masyarakat manusia yang telah maju jauh di masa lampau, atau itu adalah produk dari sesuatu yang asal usulnya sedikit misterius?
Sementara penduduk setempat mempunyai teori mereka sendiri terhadap materi tersebut, sedangkan para ilmuwan masih belum membuat sebuah kesimpulan apapun

Sumber : The Epoch Times

lanjuut...

21 Oktober, 2009

BATU WILLIAMS ????


Sebuah Oopart (Out Of Place ARTifact / Artifak yang tidak pada tempatnya) adalah suatu istilah yang diberikan pada lusinan obyek prasejarah yang ditemukan pada berbagai tempat di seluruh dunia dengan tingkat teknologi yang sepenuhnya berbeda dengan penentuan usianya bila didasarkan secara fisik, kimia dan atau dengan bukti geologinya.
Artifak yang tidak pada tempatnya itu seringkali membuat frustasi para ilmuwan konvensional dan merupakan sesuatu yang menggembirakan bagi para penyelidik petualang dan individu-individu yang tertarik pada teori ilmiah alternatif.


Pada 1998, insinyur elektrik John J. Williams menemukan sesuatu yang terlihat seperti sebuah konektor listrik yang mencuat keluar dari tanah. Ia mulai menggali dan menemukan ternyata stekker bergigi tiga itu tertancap dalam sebuah batu kecil.
Menurut Williams, batu aneh itu ia gali pada suatu ekskursi dalam sebuah pedalaman di Amerika Utara, jauh dari perkampungan manusia, kompleks industri, lapangan terbang, pabrik-pabrik elektronik ataupun dari pabrik pembangkit listrik tenaga nuklir.
Karena mungkin dapat mengurangi kredibilitas dari temuannya, Williams menolak untuk memberitahu lokasi yang pasti dari temuannya itu, karena takut tempat itu nantinya akan dijarah oleh para pemburu barang peninggalan berharga (misterius).
Dikenal sebagai Enigmalith (batu teka-teki yang merupakan gabungan dari kata enigma / teka-teki dan monolith / batu tunggal) atau Petradox.
Dari bentuknya tidak dapat disangkal lagi alat ini merupakan sebuah komponen elektronik yang tertanam dalam suatu batu granit padat berbentuk alamiah dengan komposisi kuarsa (mineral keras yang mengandung silika) dan feldspar (batu yang terbentuk dari mineral alumunium silikat). Termasuk mika dalam persentase yang sangat kecil.
Berkenaan dengan kerahasiaan seputar penemuan itu, label harganya yang $500.000 dan adanya sebuah teori extraterrestrial (yang mengatakan benda tersebut adalah benda yang dibawa oleh makhluk yang berasal dari luar bumi) di seputar obyek, komunitas ilmiah banyak yang telah mengategorikan batu teka-teki itu sebagai sebuah tipu daya yang semata-mata dibuat untuk popularitas dan keuntungan bagi pemiliknya.
Meskipun demikian Williams menjelaskan bahwa batu miliknya yang tidak lazim dapat dipakai setiap peneliti untuk keperluan analisa. Namun sejauh ini para ilmuwan telah menjauhkan diri untuk melakukan pengujian pada batu itu, walaupun diundang secara terbuka.
Menurut Williams, yang sudah berkonsultasi dengan seorang insinyur dan ahli geologi untuk memeriksa contoh tersebut, komponen elektronik yang tertanam pada granit itu tampaknya tidak meninggalkan bekas-bekas kalau sudah pernah dilem atau disatukan dengan cara yang pernah kita kenal; jelas bahwa benda itu sudah ada pada saat pembentukan batu tersebut.
Setelah batu itu ditemukan, analisa geologi menemukan batu itu berusia sekitar 100.000 tahun - menurut pemahaman konvensional, bila dilihat dari perkembangan teknologi umat manusia maka ini adalah suatu yang mustahil secara teknis.
Instrumen yang ditemukan di Petradox oleh beberapa investigator telah dibandingkan dengan sebuah konektor electronic XLR atau komponen yang sejenis. Itu menghasilkan sebuah gaya tarik magnet yang lemah dan pembacaan pada ohm meter menunjukkan bahwa benda itu memiliki suatu kekuatan dari sebuah rangkaian terbuka.
Stekker (colokan listrik) bergigi tiga yang tersusun dalam suatu susunan matriks itu sampai sekarang tidak dapat ditentukan untuk apa sebenarnya. Potongan-potongan gigi yang berdiameter 0.3 inchi nampaknya bukan terbuat dari kayu, plastik, karet, logam atau material lain yang dapat dikenali.
Karena William melarang contoh itu dipecahkan, ia telah memakai sinar X yang sangat kuat, yang memperlihatkan bahwa gigi-giginya yang tersusun dalam bentuk matriks itu perpanjangannya masuk ke sebuah struktur berbentuk oval yang ada pada bagian dalam dari batu itu.
Sementara orang yang skeptis (tidak mudah percaya) mempercayainya sebagai sebuah kepura-puraan saja. Williams meyakinkan bahwa ia telah menggali sebuah peninggalan berharga yang sebenarnya. Entah itu buatan manusia zaman kuno atau teknologi alien dan ia sangat ingin agar para ilmuwan membuktikan keasliannya.
Namun William bersikeras bahwa ia harus hadir selama analisa, agar batu itu tetap terjaga keutuhannya dan ia tidak harus membayar para peneliti yang terlibat.
Sebagian orang percaya bahwa para ilmuwan itu menjaga jarak mereka sendiri dari contoh tersebut karena mereka takut akan apa yang bakal mereka temukan. Walaupun analisa secara ilmiah dapat memperkuatnya sebagai sebuah tipu daya yang teliti, namun mungkin juga secara radikal akan mengubah pemahaman kita terhadap sejarah manusia.
Seandainya contoh tersebut ditetapkan memang asli, para peneliti juga harus memikirkan disainnya. Mengapa sebuah komponen seperti itu ditanam pada sebuah batu? Apa fungsi dari benda seperti itu?
William percaya bahwa lokasi dari batu yang dimilikinya menawarkan bukti-bukti lebih jauh dari sebuah peradaban yang hilang atau bukti keberadaan makhluk di luar bumi. Saat ini ia sedang mencari satu tim dengan para penyelidiknya yang berpandangan terbuka untuk memeriksa tempat itu secara keseluruhan


Sumber : The Epoch Times
lanjuut...

12 Oktober, 2009

lanjuut...
 

My Best Friend

Recent Comment