. CAMPUR CAMPUR: Islam
..:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG, JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA...ATAU TINGGALKAN JEJAK DI BUKU TAMU ::..
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

02 Februari, 2010

Pergeseran Arah Kiblat



Sudah lama gak baca berita online, begitu baca berita hari ini ternyata sedang ramai dibicarakan mengenai pergeseran kiblat yang mungkin terjadi akibat seringnya terjadi gempa bumi di Indonesia.
Menurut pakar gempa ITS Surabaya Amien Widodo mengatakan ''Sangat mungkin terjadi pergeseran arah kiblat, karena akibat gempa ini ada pergeseran tanah di Indonesia sekitar tujuh cm pertahun,'' . oleh karena itu pihak-pihak terkait seperti Departemen Agama sedang melakukan kajian ulang mengenai masalah ini.

Sebenarnya kiblat atau Kabah tidaklah berubah dari posisi semula, tapi daerah yang yang mengelilinginya lah yang berubah seperti contoh di Indonesia ini, karena wilayah indonesia mengalami pergeseran sejauh tujuh cm pertahun, maka sangat memungkinkan arah kiblatpun menjadi berubah pula. Terutama wilayah yang sering atau pernah mengalami gempa bumi diharapkan untuk mengukur kembali arah kiblatnya agar tidak melenceng.

Namun dengan kejadian ini kita tidak perlu khawatir karena sekarang semuanya sudah canggih, semuanya bisa diukur dan semuanya bisa didapat dengan mudah. sebagai contoh untuk menentukan arah kiblat kita tinggal menggunakan layanan dari situs http://www.qiblalocator.com/ untuk mengetahui sejauh mana akurasi arah kiblat yang kita pergunakan saat ini. Kita tinggal mengetikkan lokasi tempat tinggal atau tempat yang ingin kita ketahui arah kiblatnya kemudian situs ini akan menunjukannya dengan detail dan akurat kepada kita karena adanya garis lurus berwarna merah yang ditarik langsung dari Kabah. Jadi kita tidak perlu khawatir lagi situs ini akan salah.

Kemudian jika memang benar-benar tempat kita atau Masjid tempat kita Shalat melenceng dari kiblat sebenarnya, maka kita tinggal menggeser shof ke arah yang benar saja. Beres deh… J


lanjuut...

25 Januari, 2010

Setan Melambai Diantara Sarung Kita


Alhamdulillah setelah lebih dari satu minggu gak bisa posting artikel lagi karena ada masalah di jaringannya yaitu account saya terkena Banned oleh proxy, hari ini sudah bisa berjalan seperti biasanya lagi, oh iya maaf buat sobat-sobat semuanya soalnya saya gak bisa Blogwallking and gak bisa berkunjung or koment di blog sobat semua.

Kembali lagi ke posting baru saya yang sudah lama tertunda yaitu mengenai hal-hal kecil yang sering tidak kita perhatikan….cekidot…

Setelah membaca artikel ‘Ketika Iblis Membentangkan Sajadah’ saya jadi semakin sadar bahwa banyak sekali hal-hal kecil yang kita anggap sepele tapi sebenarnya mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kita, contohnya dalam artikel itu tergambar jelas bahwa hal sepele seperti hanya karena sebuah sejadah yang lebar maka menimbulkan berbagai masalah terutama dalam shalat berjamaah diantaranya dapat menimbulkan rasa egoisme kita terhadap sesama, sampai-sampai sajadah yang kita bawa pun tidak mau tertindih oleh sajadah orang lain, padahal dengan begitu barisan dalam shaf shalat akan menjadi renggang dan mengakibatkan shalat berjamaah yang dilakukan menjadi kurang sempurna.

Itulah salah satu contoh betapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh sesuatu hal kecil yang sering kali kita anggap remeh.

Akhir-akhir ini saya menjadi sering memperhatikan dan mengamati hal-hal kecil apa lagi yang sering kita abaikan dan hal itu berpotensi menjadi sesuatu yang berdampak besar pula terutama dalam hal ibadah.

Beberapa hari yang lalu, seperti biasa saya shalat maghrib di Mushola dekat rumah dan tidak seperti biasanya Musholla yang biasanya sepi dari jamaah hari itu ramai sekali, shaf yang biasanya hanya satu baris, maka hari itu menjadi tiga baris. Dan seperti kebiasaan saya yang rumahnya sangat dekat dengan Musholla tersebut akan bergegas menuju Musholla pada saat Iqomat di kumandangkan.

Jadi karena hari itu jamaah di musholla banyak maka saya harus rela berada di barisan kedua dalam shaf shalat yang akan dilaksanakan.

“ Allahuakbar..”.

Imam mengucapkan takbir tanda shalat dimulai diiringi takbir dari makmum dan saya pun langsung mengikutinya. Suasana begitu tenang diiringi gerimis diluar sana menjadikan kenikmatan yang mendalam saat itu, nikmat nya beribadah kepada Allah SWT dan semua larut dalam kekhusyuan mendengarkan surat Alfatihah yang dibacakan oleh imam…

Terasa tenang sekali jiwa ini seakan semua permasalahan yangs sedang dipikul kini telah lenyap untuk selamanya, jiwa menjadi ringan menghadap Kibalat Allah. Namun tiba-tiba setan mulai menggoda dengan berbagai cara, pertama yang saya rasakan adalah rasa ingin menguap yang tidak tertahankan padahal saat itu tidak mengantuk sama sekali, tapi rasa itu bisa dengan segera diatasi dan tidak sampai membuka mulut pada saat itu dengan menahan sekuat tenaga untuk tidak menguap. Kemudian jurus lain yang di lancarkan oleh setan adalah melambaikan tangannya pada sudut mata ini agar melirik ketempat yang ia tuju, terus melambai hingga membangkitkan rasa penasaran, sampai akhirnya saya terperosok dalam jebakannya dengan melirik ke arah depan bagian kanan tepat beberapa centimeter diatas mata kaki seseorang di barisan paling depan pada sebuah tulisan kecil yang tercetak di sarung yang orang itu pakai…” Sarung Sama**** ” begitu tulisan yang saya baca.

Saya langsung tersadar dan ingat pada “Kisah Rasullullah Bertemu Dengan Iblis” disana iblis mengungkapkan bahwa selalu menggoda orang yang sedang melaksanajan shalat dengan berusaha agar orang yang sholat itu melirik kekanan maupun kekiri dan jika berhasil maka iblis akan mencium pipi orang tersebut seraya berkata :

“Shalatmu batal…”.

Astagfirullah…batalkan solat saya…? Karena melirik kesudut lain ditambah dengan rasa penasaran membaca tulisan yang tertera pada sarung yang dikenakan oleh beberapa orang dibarisan depan shaf…

Itulah sedikit contoh yang saya temukan diantara hal lain yang kita anggap kecil tapi mempunyai akibat yang sangat besar. Hanya karena sebuah tulisan kecil yang tercetak pada kain sarung, maka akan menimbulkan efek yang begitu besar yaitu batalnya shalat bagi orang yang melirik dan kemudian membacanya atau setidaknya dapat mengganggu kekhusuan kita dalam shalat berjamaah.

Mungkin para produsen sarung tidak berniat untuk mengganggu kekhusuan shalat, mereka hanya berniat untuk menampilkan mrek sarung tersebut dengan harapan akan menjadi sebuah ‘iklan’ gratis atau paling tidak menjadikan sarung produksi mereka mempunya identitas yang jelas.
Namun sayang sekali ternyata dari tercetaknya logo atau merk dari sarung yang berada dibawah itulah menjadikannya sarana bagi setan untuk ‘melambaikan tangannya’ mengganggu kita dalam shalat berjamaah dengan kata lain logo itu telah ditunggangi oleh setan dalam melancarkan aksinya…

Sangat sulit sekali bagi kita untuk menghindari godaan tersebut, pasalnya merk tersebut berada dibawah dimana pada saat shalat kita akan selalu menundukkan pandangan kita jadi mau tidak mau, sengaja atau tidak sengaja kita akan melihat merk tersebut apalagi yang memakai sarung adalah orang yang tepat didepan kita…

Kita juga tidak bisa menyalahkan mereka yang menggunakan sarung dengan merk dibawah itu karena mungkin tidak ada niat dari mereka untuk mengganggu kekhusuan orang yang berada dibelakangnya, atau mereka tidak mengetahui bahwa hal itu dapat menggangu atau bahkan mereka tidak menyadari sama sekali tentang merk yang ada di sarungnya itu…

Oleh karena itu dengan tulisan ini saya ingin mengingatkan pada semua, bahwa merk yang ada di belakang bagian bawah sarung itu sangat berpotensi mengganggu kekhusuan seseorang dalam shalat berjamaah terutama mereka yang berada tepat dibelakang kita. Jadi sikap yang paling baik bagi kita adalah dengan tidak melakukan hal yang serupa yaitu tidak mengenakan sarung dengan merk yang dapat dibaca oleh orang lain.

Caranya tentu mudah saja yaitu dengan membuang merk tersebut atau jika tidak bisa karena mereknya di cetak atau dikhawatirkan akan merusak sarung maka kita tinggal membalik posisi sarung yang dipakai sehingga bagian yang ada merknya berada di bagian atas, jadi orang lain tidak akan bisa membacanya kan..?.

Semoga dengan tulisan ini dapat membuka perhatian kita pada hal-hal yang kecil namun jika di biarkan terus terjadi maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang besar nantinya terutama dalam hal ibadah karena saya yakin sekali masih banyak hal-hal sepele yang kita abaikan dan luput dari perhatian kita yang bisa menimbulkan masalah yang besar lainnya.

dengan semakin kita kritis terhadap apa yang terjadi maka kita akan semakin baik dalam menjalankan ibadah, serta jangan lupa bahwa sarung pun bisa menjadi media bagi setan untuk menggoda kita.




lanjuut...

06 Januari, 2010

Apa Lagi Yang Engkau Tunggu Akhi...?




Apa lagi yang engkau tunggu akhi, dunia sedang kau kejar akhirat sedang kau raih, usia semakin matang ilmu semakin menumpuk tapi mengapa engkau belum juga menyempurnakan sunah Rasulullah SAW seperti sabda Beliau “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

Berbagai sunah telah kau jalankan, usaha menggapai rezeki yang diberikan Allah SWT sedang engkau gapai, apakah engkau takut tidak akan bisa memberikan nafkah pada istrimu padahal Allah telah berfirman “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. “ (An-Nuur:32).

Masih ragukah engkau terhadap firman Allah SWT yng diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril yang didalamnya Allah telah menjamin bagi mereka yang menikah dengan KaruniaNya lang Maha luas ?

Kau beralasan masih takut untuk menjalaninya, belum sanggup untuk mengarunginya tidakkah kau ingat apa yang di firmankan Allah SWT “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
tak perlu lagi engkau takut akhi, karena dengan menikah maka akan menjadikanmu lebih tenang dan tentram.

Kau juga beralasan belum mandapatkan jodoh yang sesuai dengan hatimu, ingatlah “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya).Bagi mereka ampunan dan Rezeki yang melimpah (yaitu : Surga)” (Qs. An Nuur (24) : 26).

Nabi Muhammad telah mewasiatkan kepada semua umatnya dalam mencari kriteria istri, Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Jadi apalagi yang engkau tunggu ?
Dengan menikah maka engkau akan lebih terjaga, “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Yakinkanlah hatimu akhi untuk melangkah mengarungi hidup dengan menikah sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena dengan menikah maka Allah akan lebih dekat lagi dengan kita semua, banyak keunggulan bagi mereka yang menikah dalam hal beribadah diantaranya :

1. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
2. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).
3. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
4. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
5. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
6. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
7. Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

Dan masih banyak yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan disini, takutlah akan menjadi orang yang merugi kelak, karena umur tidak ada yang tahu batasnya, bisa esok atau kini, bisa tua atau muda, janganlah engkau menunda lagi untuk menikah saudaraku se-iman dan se-agama, aku khawatir engkau akan masuk dalam golongan yang disebutkan oleh Nabi Muhammad dalam Hadist beliau : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah (HR. Bukhari). Atau “Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).

Aku menyayangimu akhi, aku mencintaimu wahai saudara ku.

Fikirkanlah lebih dalam lagi, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita…amin.


untuk sahabatku...






lanjuut...

24 Desember, 2009

Kisah Syaitan Bertemu Dengan Rasulullah SAW


Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Nabi: “Itu
Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar ingin membunuhnya.

Nabi: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA : pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak
shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”


Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”


Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. "
"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. "
"Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”


Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya
“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Cara Iblis Menggoda
“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.


Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”


10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”
Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
Allah berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 - 119)
juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

lanjuut...

22 Desember, 2009

Ketika Iblis Membentangkan Sajadah



Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.

"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.
"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?"
"Dengan sajadah!"
"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"
"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"

"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu?"
"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
"Untuk apa?"
"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.
"Yang mana?"
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".

Iblis lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.
Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.

Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
"Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan.

**
Ba’da Subuh. Orang-orang sudah beranjak dari Masjid. Mereka menuju ke
rumahnya masing-masing. Dan beberapa menit, atau beberapa jam
kemudian, masing-masing orang sudah disibukkan oleh pekerjaan
keseharian. Apalagi kalau bukan untuk mempertahankan hidup. Masjid
menjadi lengang dari jamaah. Sementara, Iblis tetap duduk bersimpuh di
depan mihrab. Ia begitu khusyuk. Seolah, Iblis sedang bertaqorrub
kepada Tuhan. Dalam keheningan, isak tangis Iblis terdengar samar.
Sesekali, Iblis menyeka air matanya yang ber-urai.
Tak lama kemudian, Kiai datang. Iblis tak menghiraukan kedatangan
Kiai. Sesaat, ia memperhatikan Iblis itu. Tetapi kemudian, Kiai
mengalihkan pandangannya ke hadapan sajadah, dan melakukan sholat
sunnah.
Usai sholat, Kiai kembali memperhatikan gerak-gerik Iblis, yang masih
tetap khusyuk. Dan tidak berapa lama, Iblis mengusap mukanya dengan
kedua telapak tangannya. Ia baru selesai melakukan ritual ke-agamaan.
Matanya masih sembab. Karena sejak pagi tadi, Iblis itu menangis.
“Blis, Aku ini heran”, Kata Kiai setelah duduk di sebelah Iblis.
“Kenapa, Kiai?”
“Kau ini aneh. Kau kan mahluk yang diusir dari Sorga oleh Tuhan.
Tetapi, hari ini, Kau menangis sejadi-jadinya di hadapan Tuhan”.
Mata Iblis berbinar. Ia merasa berhasil menarik perhatian Kiai.
“Saya hanya berusaha, Kiai. Siapa tahu, dengan tangisan ini, saya dan
kawan-kawan bisa mendapat pengampunan”.
“Tetapi, bagaimana bisa Kau menangis, sementara, selama ini Kau sudah
menanam kebencian terhadap Tuhan?”
“Ah, Kiai bisa saja. Tangisan ini kan konsekuensi dari pangakuan dosa saya”.
Kiai tercenung sesaat.
“Tapi, Blis. Selama ini, saya tidak pernah bisa menangis dalam beribadah?”
“Ya, mungkin, anda belum khsusyuk”.
Kiai tersentak.
Selama ini, orang desa selalu meng-elu-elukan beribadahnya Kiai.
Tetapi, hari itu, Kiai dikatakan oleh Iblis, Kiai tidak khusyuk
beribadah. Ini pukulan berat bagi Kiai. Tetapi, sekalipun dadanya
sesak, Kiai tetap mencoba bijak.
“Kalau boleh tahu, kenapa kau bisa menangis?”, Kata Kiai mengatur emosi.
“Ya, karena saya pernah melakukan dosa”, Jawab Iblis enteng.
“Dosa yang bagaimana?”
“Dosa apa saja. Bisa membunuh, minum-minuman keras, atau juga berzina”.
Kiai kembali tersentak.
Sebab, seumur hidup-nya, Kiai ini belum pernah melakukan dosa yang
disebut Iblis.
“Apakah, kalau saya belum pernah melakukan dosa yang kau sebut tadi,
kemudian, saya tidak bisa menangis setiap sehabis sholat?”
“Wah, ya jelas. Kalau sudah melakukan dosa, kan ada penyesalan. Nah,
baru kemudian, Kiai bisa menangis pada saat beribadah atau setiap
sehabis sholat”, Kata Iblis mulai membuat jebakan.




“Tapi, saya tidak berani berzina. Itu larangan Tuhan. Itu dosa besar?”
“Membunuh!”, Iblis memberi alternatif.
“Wah, apalagi membunuh! Saya ini penakut!”
“Ya, kalau begitu, minum-minuman keras saja. Ini yang paling ringan”.
Kiai tercenung lagi.
“Bagaimana? kalau Kiai setuju, nanti malam, saya akan jemput Kiai.
Saya akan tunjukkan bagaimana, Kiai harus mulai melakukan dosa, agar
nanti, kalau Kiai sholat, Kiai bisa menangis seperti saya”.
**
Waktu Isyak berlalu. Iblis dan Kiai keluar dari Masjid. Orang-orang
sekitar hanya menatap heran, ketika ada warga baru yang sudah demikian
akrab dengan Kiai mereka. Tapi, tak seorang pun yang berani melarang.
Mereka tidak bisa berbuat banyak. Sementara, Iblis sudah membawa Kiai
menembus malam.
Pada sebuah Kedai, agak jauh dari perdusunan, tempat Kiai tinggal.
Banyak Laki-laki dan perempuan berkumpul di situ. Kata-kata kotor, dan
suara manja perempuan kampung yang siap melayani para lelaki, makin
jelas terdengar. Bermacam botol minuman keras tersedia di Kedai itu.
“Bagaimana Kiai?”
“Aduh, gila Kau, Blis!”
“Mau minum apa?”, Tanya Iblis ketika keduanya sudah duduk.
“E…e….”
“Tidak perlu gugup Kiai. Nanti juga terbiasa!”
Dua buah botol dipesan. Iblis menatap Kiai. Kiai tampak ragu.
Sementara, Iblis sudah menuangkan minuman ke dalam gelas, yang ada di
hadapan Kiai.
“Ayolah, Kiai. Setelah minum ini, saya yakin, Kiai bisa lebih khusyuk,
dan bisa menangis, ketika nanti Kiai sholat”.
Sedikit demi sedikit, Kiai terkena rayuan Iblis. Tak berapa lama, Kiai
sudah mabuk berat. Iblis beri kode pada salah satu perempuan. Salah
satu perempuan, kemudian membawa Kiai ke satu rumah, tepat di
belakang Kedai.
Langit gelap. Mata Kiai juga menjadi gelap. Sementara, desah napas
Kiai dan perempuan itu menjadi satu gerakan erotis yang menegangkan.
Keringat bercucuran. Detak jantung keduanya berdegup kencang. Petikan
ayat, hadits dan mutiara hikmah, tak lagi mampu membentengi hasrat
Kiai. Yang ada hanya napas yang memburu.
Sepertiga malam terakhir, Kiai terbangun. Di sebelahnya, ada
perempuan tergolek tanpa busana. Kiai terkejut. Ia jadi blingsatan. Ia
coba ucapkan kata Istighfar, tetapi, lidahnya kelu. Beberapa kali,
Kiai mencoba sebut nama Tuhan. Tapi ia gagal. Ada ketakutan yang
tiba-tiba menyusup. Kiai tak sempat lagi, mengingat rentetan kejadian,
yang telah membawanya ke tempat itu.
Matanya menjadi gelap. Hatinya juga tersumbat. Sebuah pisau pemotong
buah di atas meja ia hunjamkan ke perut perempuan itu. Seketika,
jeritan dan lengkingan kesakitan perempuan itu membangunkan warga
sekitar. Warga sudah berbondong-bondong. Menggedor dan berkerumun
mengitari tempat Kiai dan perempuan itu tidur.
Pagi tiba. Kiai sudah berada di tiang gantungan. Sementara, dari
kejauhan, Iblis tertawa lebar.
“Kurang ajar kau Iblis. Kau telah menipuku!” Teriak Kiai protes.
“Kiai, tak ada gunanya kau memprotes. Kau sudah masuk dalam
jeratanku. Kau harus menjalani hukuman berat”.
“Coba Kau selamatkan aku dari tiang gantungan ini, Blis!”
Iblis tertawa. Kali ini lebih lebar.
“Kalau Kiai ingin selamat dari tiang gantungan itu, bersaksilah atas
namaku. Lalu tundukkan muka pada ku. Itu sebagai pengakuan Kiai, bahwa
Kiai telah mau dan rela menjadi hambaku!”
“Aku adalah hamba Tuhan! Aku bukan hambamu!”
“Tapi pada posisi seperti sekarang, yang dibutuhkan Kiai bukan Tuhan,
tetapi aku, yang telah membawa Kiai ke tiang gantungan. Maka segeralah
tundukkan muka dan bersaksilah atas namaku!”
Kiai terdiam. Kepalanya tertunduk.
Tetapi, iblis tetap Iblis. Ia tak pernah menyelamatkan Kiai dari
tiang gantungan. Iblis lenyap. Kembali pada alam-nya. Ia berlari
membawa kemenangan. Dan besok atau lusa, Iblis akan kembali
membentangkan sajadah**

lpm ukhuwah-iain rf-Palembang,
30 November 2001

Karya : Imron Supriyadi



Sumber : http://www.bengkelrohani.com revisi menjadi www.sastrawongkito.blogspot.com.
lanjuut...

21 Desember, 2009

1 tamparan untuk 3 pertanyaan



 
Hari ini hanya bisa repost dari artikel lama saya di pc yang mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita semua, saya minta maaf bagi sobat-sobat blogger yang sudah pernah membacanya semoga hanya sekedar pengingat saja bagi kita samua.

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. sesampainya di
rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa
menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan
saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh Kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:

1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya

2.Apakah yang dinamakan takdir

3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada
saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat
wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan ntuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun setan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan enghendaki
maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan.

lanjuut...
 

My Best Friend

Recent Comment