. Bahaya Asbes
..:: TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG, JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA...ATAU TINGGALKAN JEJAK DI BUKU TAMU ::..

01 Februari, 2010

Bahaya Asbes


Anda pernah mendengar istilah asbestosis..?

Asbestosis adalah suatu gangguan atau penyakit yang menyerang saluran pernafasan terutama pada paru-paru karena terlalu sering menghirup debu yang mengandung serat asbes sehingga pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas sehingga paru-paru tidak bisa atau kesulitan dalam mengembang dan mengempis pada proses pernafasan tergantung seberapa berat penyakit yang diderita

asbes adalah bentuk serat mineral silika yang termasuk dalam kelompok serpentine ( krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O),dan amphibole dari mineral-mineral pembentuk batuan, termasuk: actinolite, amosite ( asbes coklat, cummingtonite, grunnerite), anthophyllite, chrysotile (asbes putih), crocidolite (asbes biru), tremolite, atau campuran yang sekurang-kurangnya mengandung salah satu dari mineral-mineral tersebut.

Karena asbes merupakan bentuk dari serat-serat yang mempunyai keunggulan diantaranya adalah tahan panas, tidak menghantarkan listrik, mampu meredam suara dan mempunyai kekuatan yang tinggi menjadikan asbes sebagai sebuah material yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan seperti untuk membungkus kabel listrik yang terpapar dengan suhu panas, sebagai peredam suara bahkan sebagai bahan bangunan seperti yang kita kenal dengan atap asbes.

kelemahan dari asbes adalah serat-serat asbes mudah sekali terlepas dari ikatannya dan membentuk serat-serat mikroskopis yang mudah terhirup oleh manusia dan hewan. Karena itulah serat-serat asbes yang terhirup dalam jangka waktu yang lama dan jumlah yang banyak akan menimbulkan penyakit yang disebut Asbestosis. Bahkan dalam jumlah yang sediktipun, menurut para peneliti, asbes masih bisa menyebabkan penyakit yang disebut Mesotelioma bahkan kanker paru-paru. Membutuhkan waktu yang lama hingga penyakit ini timbul yakni antara 15-20 tahun kemudian dan ini berlaku kumulatif artinya semakin banyak dan sering anda menghirup serat asbes, maka semakin cepat anda terkena asbestosis.
  
Yang lebih menyedihkan adalah, di Indonesia masih banyak sekali yang menggunakan asbes untuk atap rumah, hal ini dapat meningkatkan resiko terkena asbestosis atau mesotelioma bahkan kanker paru-paru. Padahal diluar sana contohnya di Inggris, Jepang dan London sudah melarang penggunaan asbes sebagai bahan bangunan terutama untuk bangunan tempat tinggal. Tapi di negeri ini, yang saya tahu pemerintah belum melarang penggunaan asbes untuk atap rumah.
Saya sendiri tidak bisa berbuat apa-apa dengan kenyataan bahwa atap rumah yang saya tinggali masih menggunakan asbes..hiks.. L maklum saya hanya seorang kontraktor alias masih ngontrak sana-ngontrak sini.


Terlepas dari itu semua, saran saya bagi yang ingin membangun atau sedang membangun rumah tempat tinggal adalah jangan gunakan asbes sebagai atap rumah, gantilah dengan bahan yang lebih aman seperti seng atau genting tanah. Jika hal itu sulit untuk dihindari alias anda tetap ingin memekai asbes karena harga yang murah, maka berilah jarak yang cukup antara atap dengan ruangan dalam rumah bahkan lebih baik lagi jika anda membuat langit-langit rumah dengan jarak yang tinggi dengan atap.

Semoga bermanfaat


4 komentar:

Jenny on 15 Maret 2010 14.48 mengatakan...

This is a very informative blog, I'm going to come back more often to read more posts.
Regards,

arawinda sahawidhiwidana mengatakan...

sangat membantu dalam menambah pengetahuan saya dalam hal bahan bangunan, terimakasih...

rab sleeping bags on 30 Maret 2012 17.15 mengatakan...

It is horrible, I am afraid...

Brankas Gunnebo on 1 Agustus 2012 12.08 mengatakan...

wahh ternyata menggunakan atap asbes itu sangat berbahaya yah..kebetulan atap saya menggunakan asbes nih..perlu di ganti nanti.terima kasih infonya

Poskan Komentar

Mohon Komentar Dari anda untuk mempererat persaudaraan kita...
saran, kritik dan spam akan saya anggap sebagai salah satu cara mempererat silaturahmi kita
Terimakasih

 

My Best Friend

Recent Comment